Jumat, 22 Maret 2019

CONTOH CERPEN FIKSI ILMIAH (5 LEMBAR)


UNDER GROUND
Evakuasi siswa!”
            Evakuasi siswa!”
            Tiba-tiba suara alarm sekolah berbunyi semua siswa panik dan mencari tahu apa yang sebenernya terjadi.
***
“Melvin Addison.” Namanya dipanggil ke atas panggung untuk menerima medali kelulusan. Hatinya gembira bukan main. Karena sebentar lagi ia akan terbebas dari asrama sekolah ini.
            “Vin, ayo have fun dulu di sini, baru kita cabut,” bujuk Ryan. Sambil menarik lengan Melvin agar tetap menikmati acara farewell party ini. Melvin menuruti perkataan Ryan, namun pandangannya kosong, entah apa yang sedang ia pikirkan. Kemudian Melvin hanya duduk di tepian aula, memandangi orang-orang yang sedang berpesta.
            “Hai!” sapa seorang wanita cantik. Dari jarak dua meter, Melvin bisa mencium aroma parfum  yang melekat pada tubuh seorang Theresa.
            “Emm …,” jawab Melvin tanpa semangat.
            “Oh, iya, anak panah kamu masih di asrama. Nanti, ya, aku balikin.” Theresa meminjam anak panah Melvin untuk melatih kemampuannya dalam memanah. Karena dirinya tidak sempat mengambil kelas penguasan senjata di semester akhir kemarin.
            SMA DerGround memang berbeda dari sekolah lain. Sekolah ini memiliki kelas khusus untuk mengasah kemampuan masing-masing muridnya. Di setiap semester, Melvin pasti memilih sesuatu yang berbeda dari semester sebelumnya. Melvin terkenal dengan kemampuan serba bisa, di kelas fighting, ramuan, dan penguasan senjata.
            “Kamu kenapa, sih, bengong mulu dari tadi aku lihat,” selidik Theresa. Yang merasa aneh dengan tingkah sahabat karibnya ini.
            “Enggak, aku cuman kepikiran tentang perkataan Pak Xavier, tentang makhluk aneh itu,” balas Melvin dengan wajah serius.
            “Ha-ha-ha! Pak Xavier di percaya, Vin. Musyrik kamu, ha-ha!” Theresa tak berhenti tertawa mendengar jawaban Melvin yang dianggapnya begitu berlebihan. Pak Xavier terkenal sebagai guru ahli astronomi. Namun, cerita tentang makhluk yang ada di luar angkasa itu dianggap mengada-ada oleh muridnya sendiri, tapi tidak dengan Melvin. Ia merasa tidak ada salahnya memercayai seorang guru yang memang ahli di bidangnya.
***
            Evakuasi siswa!”
            Evakuasi siswa!”
            Tiba-tiba suara alarm sekolah berbunyi, semua siswa panik dan mencari tahu apa yang sebenernya terjadi. Tak sengaja Melvin membuka tirai jendela, matanya membulat tak percaya, melihat kondisi di luar yang sangat berbeda dari terakhir kali ia lihat tadi pagi.
Tangannya ditarik Pak Xavier dan membawa Melvin ke ruang kantornya. Di saat itu pula, Melvin merasa gedung sekolahnya ini bergerak layaknya lift mengarah ke lantai bawah.
            “Ada apa ini Pak? Kenapa aku di bawa kesini?” tanya Melvin. Dengan wajah kebingungan, karena hanya Melvin yang di evakuasi di kantor ini.
            “Diamlah! Akan ada orang yang berhak menjelaskan ini semua padamu,” jawab Pak Xavier, sambil menggesekan card lock ke pintu kantornya.
            Pintu terbuka, Melvin kali ini lebih terkejut melihat hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, ‘kenapa kantor pak Xavier berubah menjadi tempat seperti ini,’ batinnya, banyak orang berlalu lalang yang sibuk dengan pekerjaannya, dan alat-alat canggih yang belum pernah ia lihat.
Tiba-tiba Pak Xavier menyerahkan baju. Melvin melihat baju itu sama dengan baju yang dikenakan orang-orang yang berada di sini, dan ‘sejak kapan pak Xavier berganti baju.’ Lagi-lagi Melvin membulatkan matanya tak percaya.
            Melvin sudah mengenakan pakaian yang didesain khusus untuknya, ia sudah dijelaskan tentang macam-macam fungsi dari baju ini, dari anti peluru, menyesuaikan suhu, dan tahan api, serta apa-apa saja senjata yang ada di dalamnya. Melvin berjalan menuju ruangan yang dijaga ketat oleh penjaga, ketika ia melihat sosok lelaki tinggi, besar, dan berotot, menengok ke arahnya, Melvin sangat amat terkejut.
            “Ayah!” ucap Melvin dan langsung menghampiri sang ayah sebelum memeluk erat tubuhnya. Sosok yang sangat ia rindukan, setelah tiga tahun lamanya mereka tidak bertemu.
            “Kenapa Ayah berbohong dengan ku? Ayah bilang, Ayah bekerja di luar negeri,” ucap Melvin meminta penjelasan. Sejak kecil ia memang jarang bertemu ayahnya. Melvin tinggal dengan Almarhumah ibunya yang meninggal ketika ia lulus SMP. Selama SMA, sang ayah tidak pernah menjenguknya, bahkan komunikasi lewat telepon pun tidak pernah.
            “Inilah Ayah. Di sini Ayah bekerja untuk menyelamatkanmu dan semua orang yang ada di atas sana.” Melvin bingung dengan kata ‘di atas sana’.
            “Raja Ervan Addison adalah pemimpin Under Ground,” lanjut Xavier. Tak pernah sekalipun Melvin berpikir bahwa ayahnya adalah seorang Raja. Ia juga baru tersadar jika sekarang dirinya berada di bawah tanah.
            “SMA DerGround adalah sekolah yang Ayah bangun untuk melatih kemampuan anak-anak dari penduduk Under Ground, termasuk kamu, Vin,” jelas Ervan pada Melvin.
***
            Semua siswa dari SMA DerGround berkumpul di aula kerajaan, Melvin, Ryan, dan Theresa di tunjuk sebagai pemimpin perang untuk pasukan elite muda. Melvin di bagian garis depan, Ryan di bagian cyber war dan Theresa di bagian laboratorium untuk menyelesaikan pembuatan zat VX. Jika rencana pertama gagal, maka zat ini digunakan untuk memusnahkan musuh.
            “Di atas sana, saudara kita membutuhkan bantuan kita. Ada makhluk luar angkasa yang sangat ingin menguasai bumi, dengan membunuh manusia yang tidak tunduk dengan meraka.” Raja Ervan melakukan pengarahan singkat untuk mereka yang akan terjun langsung melawan The Sirians sebutan untuk alien cerdas itu. Meraka disebut sebagai alien modern, karena mereka telah ikut andil dalam pembentukan peradaban di bumi.
            The Sirians juga telah bekerja sama dengan manusia, untuk pengembangan teknologi canggih mereka dan pembuatan senjata rahasia yang akan menguntungkan negara yang bekerja sama dengan The Sirians.
***
            Tim Ryan sudah mengirimkan kamera untuk mengetahui kondisi terkini di atas sana. Kini Melvin dan tim yang lain tengah bersiap untuk menuju titik utama, Melvin menggunakan pesawat siluman yang tak kasat mata, agar tidak mudah terdeteksi. Dan Ryan yang akan menjadi instruktur Melvin untuk memberikan informasi titik penyerangan yang strategis.
            “F-001 on target,” ucap Melvin, saat berada di titik vital, tempat berkumpulnya para The Sirians, Dari atas, Melvin dapat melihat betapa brutalnya alien itu tatkala menyiksa manusia yang tidak mematuhi mereka. Berbeda dengan Melvin,  tim lain sedang bertugas untuk membebaskan para sandera lewat jalan terdekat.
            Tak lama kemudian, Melvin meminta ijin untuk mendarat kepada Ryan. Namun, ketika ingin mendarat, pesawat yang ia kendarai mulai terdeteksi. “F-001, F-001! Melvin?” Ryan terus saja menyebut tipe pesawat yang di kendarai Melvin karena sambungan mulai terputus. Sama halnya dengan Ryan, Raja Ervan juga terlihat sangat mencemaskan kondisi sang putra.
            “Raja, izinkan aku pergi untuk menjalankan rencana kedua.” Mendadak Theresa dan timnya menghadap Raja Ervan untuk mengambil langkah selanjutnya. Karena tidak ada pilihan lain, Raja Ervan terpaksa mengizinkan Theresa untuk meluncurkan zat VX.
***
            “Dari mana kamu mendapatkan pesawat secanggih itu?” tanya seorang pria paruh baya yang menjadi manusia kepercayaan The Sirians dengan seringai jahatnya. Melvin hanya diam karena tidak bisa berbuat apa pun. Bahkan tubuhnya diikat dan disiksa lebih parah daripada yang lain.
            “Ini bagian ku.” Salah satu alien yang ternyata pemimpin dari The Sirians mendekati Melvin. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Melvin sebelum akhirnya tertawa, “Ha-ha-ha! Dia berasal dari tanah,” sambungnya yang membuat Melvin merasa risi dan langsung meludahi wajah pemimpin itu.
            “Mengapa kau tidak punya rasa takut, huh!” bentak lelaki paruh baya itu. Lalu pemimpin The Sirians itu mengisyaratkan pengikutnya untuk diam. “Bergabunglah dengan kami, maka kau tidak akan merasakan siksaan ini lagi,” bujuk alien jahat itu dengan lembut guna memengaruhi pikiran Melvin.
            “Lebih baik aku mati! Daripada harus bergabung dengan makhluk jahat sepertimu!” teriak Melvin tak mau kalah. Teriakan Melvin berhasil memancing emosi dari alien itu hingga ingin memukul. Tiba-tiba alien itu bergelayut dan langsung tak sadarkan diri.
            “Theresa ....” lirih Melvin dengan pandangan yang buram. Ia melihat sosok Theresa yang tengah berkelahi menghadapi alien dan para manusia yang menjadi pengikut The Sirians. Theresa menembaki mereka dengan peluru yang mengandung zat VX di dalamnya.
            Ketika tim lain datang, Theresa menginstruksikan mereka untuk mencari pemimpin The Sirians yang sempat melarikan diri dari serangan dadakan Theresa.
            Theresa menghampiri Melvin dan segera melepas ikatan yang menjerat tubuh Melvin. “Melvin save.” Ucapan Theresa pada Ryan membuat semua yang ada di kerajaan dapat bernapas lega.
            “Pemimpin The Sirians, telah kami amankan dan zat siap diluncurkan,” kata salah satu prajurit yang menghampiri Theresa. “Sekarang waktunya kita pergi dari sini,” balas Theresa, dan segera membopong tubuh Melvin.
            Mereka semua memakai pesawat siluman agar para alien tidak dapat melihat mereka di kota itu. Para sandera pun telah di evakuasi menuju kerajaan Under Ground. Mereka membiarkan The Sirians dan manusia pengikutnya bebas di area kota.
“Kapan kau meluncurkan zatnya, Theresa?” Theresa tidak mengindahkan pertanyaan Melvin.
Saat mereka mendekati titik aman, Theresa menghela napas sebelum memencet tombol merah untuk merilis zat VX. Semua makhluk hidup di kota akan mati setelah menghirup zat VX itu. Bahkan semut sekali pun akan turut mati.
***
Ketika tim elite muda tiba di kerajaan, mereka disambut para penduduk Under Ground.  
Raja Ervan langsung menghampiri Melvin. “Maafkan Ayah, Vin. Ayah sudah membuatmu seperti ini.”
“Tidak, Ayah. Ini sama sekali bukan salah Ayah.” Melvin tersenyum tulus.
“Kamu tidak cocok tersenyum dengan wajah bersimbah darah seperti itu, Vin,” sembur Theresa, yang sebenarnya juga prihatin dengan kondisi Melvin saat ini.
Ryan berlari dan langsung berhambur di pelukan Melvin. “Aw!” ringis Melvin.
“Ryan, dia sedang kesakitan. Kenapa kamu memeluknya seperti itu, sih?” protes Theresa, Ryan melerai pelukannya dan menyengir.
Akhirnya kerajaan Under Ground di kenal oleh seluruh lapisan manusia di bumi. Semua presiden yang pernah diserang The Sirians berterima kasih pada kerajaan Under Ground. Kini Raja Ervan, Melvin serta para pasukan elite muda menjadi sorotan dunia karena kemampuan dan kesiapan mereka melawan alien cerdas itu. Dan kerajaan Under Ground dinyatakan sebagai tumpuan masa depan dunia karna kecanggihan teknologinya.

BIODATA PENULIS
Nama Lengkap            : Nour Pusvita Anggreini
Email                           : apkxiavitaanggreini@gmail.com
Alamat Instagram       : https://www.instagram.com/pvitaagrein/